Selasa, 17 Februari 2009

RATAPAN KESEDIHAN

Suatu ketika Tuhan berkata, “Hai pelayanku! Aku sanggup untuk segera mengabulkan permintaan yang kamu pintakan dalam shalatmu, tetapi ratapan kesedihanmu lebih aku sukai. Tanggapan dari Ku muncul terlambat agar engkau terus meratap lebih banyak lagi dan memohon lebih kerap lagi. Aku sangat menikmati bunyi ratapan dari permohonanmu.”

Sebagai contoh, dua pengemis datang pada seseorang. Pengemis yang satu ramah sekali dan menyayangi tuan rumah, tetapi yang lainnya menjijikan. Sang tuan rumah berkata pada pelayannya, “Cepat berikan sekerat roti kepada lelaki menjijikan itu hingga dia pergi dari rumah kita secepat mungkin. Katakan kepada yang lainnya, pengemis yang berlaku baik, bahwa roti kita belum dibakar dan dia mesti menunggu sampai roti itu siap!”
(Jalalludin Rumi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar