Sabtu, 11 September 2010

Kesaksian I

Langkah kakinya gontai
Rambutnya telah memutih
Sorot matanya lelah
Pendengarannya tak lagi sempurna
Usianya telah menginjak 65 tahun
Nafasnya sulit dan terasa berat
Pinggang itu hampir tak mampu menopang berat badannya
sehingga nampak bungkuk dan terasa menyakitkan

Namun kenginannya untuk berdiri tegak dalam sholat
dan menyatukan keningnya dengan tanah
sangat menggetarkan hatiku....

Ia telah pergi melampaui dunia pengetahuan
dan menembus batas sikap percaya

Ia telah berada pada dunia selanjutnya yaitu dunia keyakinan
sebuah dunia yang telah menuangkan dan mengisi cawan hatinya
hanya untuk Tuhan yang tunggal, pemilik seluruh energi alam semesta....

Dibalik sinar wajahnya tersimpan hasrat
hasrat untuk menemui Kekasih hatinya
Kekasih hati yang telah memberinya kekuatan pada batas nadir kelemahannya...

Sore ini...
terasa sangat sempurna untuk jiwa ini
jiwa yang kering karena tak pernah berkontemplasi
untuk meluruhkan karat-karat dan membersihkan permukaan cermin hati

Dada ini terasa sesak, mengalami ini...

Ketika...
Membantunya memakaikan sarung
membantunya memakaikan kemeja koko
Membantunya mengancingkan kancing-kancing bajunya
memberikannya peci untuk dikenakannya...

Sambil menepuk pundakku ini
Ia berkata "Keseimbangan fisik adalah sesuatu yang telah hilang dari hidupnya"

Seketika itu pula
jiwa ini merasa bahwa hatiku bergetar
karena rohku bertanya pada diriku sendiri
"Kau kemanakan keseimbangan fisikmu selama ini, sudahkah kau gunakan untuk berdiri tegak dalam sholat?"
"Jika tak kau gunakan secara sempurna, bukankah ia lebih memerlukannya?"

* untuk Tasun Sudiono, kakekku yang mengajarkanku dengan contoh sikap bagaimana
mencintai Tuhan dan tidak ada Tuhan selain Allah SWT...