Jumat, 02 Juli 2010

EDISI 3

Aku sedang membara
kenapa tak kau siram aku dengan minyak
jangan tawari aku air
karena pertemuan api dengan air
tak membahagiakan diriku saat ini....

Jiwaku tersentak
saat tangan takdir itu menarik tangannya
memaksanya untuk melepaskan genggaman tangannya
genggamannya dari tangan hatiku....

Malam yang sangat syahdu, bagi jiwa yang hampa
berharap mentari esok akan menghapus jejak-jejak langkah kaki kesedihan, pada tanah basah karena hujan sore ini

wahai buta, kenapa tak jua kau melihat....
wahai tuli, kenapa tak jua kau mendengar....
wahai bisu, kenapa tak jua kau bicara....

Obor kehidupan menyala karena nyala api
meski kini kau jauh, bukankah ia masih bersinar
jika hidupmu dikelilingi bukit-bukit berbaris
pergilah mendaki gunung atau
berlarilah ke pantai

karena di tempat-tempat itulah horison dapat terlihat....

EDISI 2

Ada yang terasa aneh dari dalam jiwaku ini?....
sebuah rasa yang hanya dapat diungkapkan oleh rasa...
tetapi tidak dapat diucap lewat suatu kata ungkapan....

Aku merasa.....
Sinar Mentari tak terasa hangat jika sinarnya tidak menyinari dirimu
Cahaya bulan tak terlihat anggun jika cahayanya tidak menyinarimu
Kemilau bintang tak terlihat gemintang jika ia tidak bersinar dari kilauan matamu

Aku merasa....
Bosan untuk terus melihat bayanganmu
Jenuh berada dibalik tirai dengan mengetahui ada dirimu dibaliknya
Aku ingin setiap saat, Senantiasa, terus menerus dan tidak ingin berpisah, hanya ingin berada di dalam dirimu

Aku tak ingin berada dibalik jeruji penjara ini....
menjadi narapidana karena hasrat ini....
karena itu bebaskan aku dari rasa ini.....
bebaskanlahhhh....

Muncul dan Keluarlah dari balik tirai
raih tanganku, gemgam erat dan jangan kau lepaskan
Kini tersenyumlah seperti senyuman layla yang membuat majnun menjadi gila
tersenyum dan biarkan bunga-bunga itu cemburu karena semua lebah berpaling darinya dan menghampiri dirimu

Aku memang tak memiliki cincin sulaiman as
Akupun tak memiliki rupa yusuf as
tak memiliki kesabaran ayub as
ataupun kebijaksanaan muhammad saw

Namun karena hasrat ini, tak layakkah diriku menjadi pasangan dansamu?....

EDISI 1

Dipersimpangan jalan langkahku terhenti,
Lututku seperti terpaku dibumi tak dapat bergerak,
Dalam kebimbangan aku menatap....

Tergoda aku untuk mengintip tulisan Tuhan dalam buku harian-Nya,
apakah kita akan bersanding bersama dalam altar dan simpul suci....

Hati adalah tempat,
dan ingin kusandarkan logikaku padanya,
merantai nafsuku dengan ilmu penyuci jiwa...

Denganmu aku merasakan bahagia dan siksaan,
bahagia dengan anugrah rasa yang Tuhan berikan,
tersiksa karena kau biarkan mata-mata jahat dunia menikmati kecantikanmu dan kau pun menikmatinya..

Engkau adalah permata surga yang hadir dibumi,
masih dalam bentuk sempurna,
bahkan lapisan atmosfer pun tak dapat meluruhkan kemilau kecantikanmu,
aku seperti burung yang memandangmu membuatku kehilangan kedua sayapku,
jatuh menghujam ditarik gravitasi bumi,
terpental dari jurang terjal bebatuan,
lalu masuk kedalam aliran sungai yang deras,
dan bersemayam dalam dekapan lumpur hitam yang mengental....

Aku merasakan sakit,
tapi apakah aku akan menangis, meringis, dan menyesal
tidak jawabku
"Aku merasa bahagia......"

Telah ku paku hatiku dengan dirimu,
ketika kini ingin kulepaskan paku itu, apakah ini akan berakhir begitu saja?....
tidak jawabku
kini dihatiku ada bekas guratan dan lubang yang mengangga,
Seperti sepatu cinderela yang hanya dapat dipakai oleh cinderela,
kau tarik saja kesimpulan akhir dari cerita ini.............