Aku sedang membara
kenapa tak kau siram aku dengan minyak
jangan tawari aku air
karena pertemuan api dengan air
tak membahagiakan diriku saat ini....
Jiwaku tersentak
saat tangan takdir itu menarik tangannya
memaksanya untuk melepaskan genggaman tangannya
genggamannya dari tangan hatiku....
Malam yang sangat syahdu, bagi jiwa yang hampa
berharap mentari esok akan menghapus jejak-jejak langkah kaki kesedihan, pada tanah basah karena hujan sore ini
wahai buta, kenapa tak jua kau melihat....
wahai tuli, kenapa tak jua kau mendengar....
wahai bisu, kenapa tak jua kau bicara....
Obor kehidupan menyala karena nyala api
meski kini kau jauh, bukankah ia masih bersinar
jika hidupmu dikelilingi bukit-bukit berbaris
pergilah mendaki gunung atau
berlarilah ke pantai
karena di tempat-tempat itulah horison dapat terlihat....
woooooowwww....ini baru yg namanya tulisan...mantappp son...semantap karya nizami...^_^
BalasHapusHahahaha,,, jangan dibandingkan dengan karya-karya agung nizami teman... tulisan ini hanyalah karya seseorang yang sedang belajar, salah satunya mengambil pelajaran dari tulisan-tulisanmu sahabat... =) btw thanks sudah menjadi pengikut pertama dari blog ini kawan... thanks... =)
BalasHapus