Jumat, 02 Juli 2010

EDISI 1

Dipersimpangan jalan langkahku terhenti,
Lututku seperti terpaku dibumi tak dapat bergerak,
Dalam kebimbangan aku menatap....

Tergoda aku untuk mengintip tulisan Tuhan dalam buku harian-Nya,
apakah kita akan bersanding bersama dalam altar dan simpul suci....

Hati adalah tempat,
dan ingin kusandarkan logikaku padanya,
merantai nafsuku dengan ilmu penyuci jiwa...

Denganmu aku merasakan bahagia dan siksaan,
bahagia dengan anugrah rasa yang Tuhan berikan,
tersiksa karena kau biarkan mata-mata jahat dunia menikmati kecantikanmu dan kau pun menikmatinya..

Engkau adalah permata surga yang hadir dibumi,
masih dalam bentuk sempurna,
bahkan lapisan atmosfer pun tak dapat meluruhkan kemilau kecantikanmu,
aku seperti burung yang memandangmu membuatku kehilangan kedua sayapku,
jatuh menghujam ditarik gravitasi bumi,
terpental dari jurang terjal bebatuan,
lalu masuk kedalam aliran sungai yang deras,
dan bersemayam dalam dekapan lumpur hitam yang mengental....

Aku merasakan sakit,
tapi apakah aku akan menangis, meringis, dan menyesal
tidak jawabku
"Aku merasa bahagia......"

Telah ku paku hatiku dengan dirimu,
ketika kini ingin kulepaskan paku itu, apakah ini akan berakhir begitu saja?....
tidak jawabku
kini dihatiku ada bekas guratan dan lubang yang mengangga,
Seperti sepatu cinderela yang hanya dapat dipakai oleh cinderela,
kau tarik saja kesimpulan akhir dari cerita ini.............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar