Jumat, 30 Januari 2009

SATU CINTA

Di mana pun engkau berada, dan di dalam keadaan apa pun, berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menjadi seorang pecinta. Ketika cinta datang dan menjadi milikmu, engkau akan selalu menjadi pecinta - di dalam kuburan, saat kebangkitan, di surga, selamanya menjadi pecinta.

Ketika engkau menanam gandum, yakinlah bahwa gandum akan tumbuh. Dan bahwa gandum akan tetap sama, baik didalam lumbung ataupun didalam oven.

Majnun ingin menulis surat kepada Layla. Dia mengambil pena dan menuliskan bait ini :

Bayanganmu berada dalam mataku, namamu dalam mulutku
Ingatan kepadamu ada dalam hatiku.
Dimana lagi aku harus menulis?

Yakni, bayanganmu tinggal didalam mataku, namamu tidak pernah lepas dari mulutku, ingatanmu memiliki tempatnya dikedalaman jiwaku. Karena engkau bebas berkelana ditempat-tempat ini, kemana lagi aku harus mengalamatkan surat? setelah itu Majnun mematahkan penanya dan menyobek-nyobek kertas surat tersebut.
(Jalalludin Rumi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar