Minggu, 24 Oktober 2010

EDISI 6

Tatkala jingga menjadi merah
itu tanda jarak terjadi karena ada gerak yang semakin menjauh
semakin merah maka ia akan hilang ditelan sang hitam
pergi dan tak berbekas...

Tak lelahkah kau meratap?
Tak bosankah kau mentertawai kesedihan?
Tak inginkah kau berhenti menangisi kebahagian?

untuk rasa muak itu...
tak hanya ingin menggadaikannya ataupun hanya menukarkannya
jika dapat aku ingin membuangnya
meninggalkannya dengan senyuman penuh kebebasan tanpa beban masa lalu
tertawa terbahak-bahak dan berlalu dengan lepas...

Karena...
aku ingin bersatu dengan keindahan taman pagi ini
dengan hiburan kepakan-kepakan cantik sayap kupu-kupu
sambil menyaksikan proses penyerbukan bunga tulip belanda
dan melihat bunga mawar merah tersenyum merekah
yang tersebar tak beraturan dengan konfigurasi warna yang memukau...

4 komentar:

  1. menikmati dengan secangkir teh hangat, terpilih menjadi karib, pasti lebih sempurna son...^_^

    makin keren karyanya bro...

    BalasHapus
  2. Hahay... komentarnya bikin speechless ndri... tapi itu memang kondisi lebih sempurna, gw juga berharap bisa begitu... =)

    btw thanks buat komentarnya sohib....

    BalasHapus
  3. Brangkat sohib... akhir tahun yeeee, btw tulis namanya donk sohib.... hehehe

    BalasHapus